Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Untuk Apa Puisi Ini

Puisi ini,  untuk apa harus tercipta. jika ibu-bapak di rumah masih saja membakar diri di bawah panas matahari. dan saudara lelakiku, tidak punya banyak pilihan selain menjual diri di tambang emas milik amerika. untuk apa, jika sahabat-sahabatku sekarat di muka zaman. keluar malam-malam, untuk sekedar bernyanyi dengan pelacur taman kota, tentang amuk birahi yang membabi-buta. atau sekedar untuk bercumbu kecil dengan pacar-pacar mereka yang masih belum mengerti apa itu dunia. untuk apa puisi ini, jika bibiku bersikukuh kembali lagi ke saudi menjadi tkw, setelah setahun lalu disiksa majikannya sampai berlari pulang ke kampung halaman, hanya membawa isak yang tertahan. pamanku, kau mungkin tak percaya. ketika pulang sebentar ke rumah, ia lupa bagaimana mengucapkan bahasa ibu-nya sendiri. hidup lebih dari 10 tahun perantauan tanpa tuju yang pedih, memaksanya mengganti seluruh kata dalam kamus masa kecilnya dengan kamus bagaimana bertahan hidup. untuk apa ...